Era Digital ala DepKomInfo
April 8, 2008 · Print This Article
Seingat saya Negara kita sering gembar gemborkan ‘Indonesia Era Digital, Era Teknologi, Era Komunikasi dan ela elo… kita semua tentu sudah tau bahwa You Tube di blokir dan beberapa jasa layanan video lainya. Dan yg lebih parah lagi Rapidshare ikut di blok
okeylah kita masih bisa buka dengan berbagai cara, tapi intinya kenapa negara kita BEGO begini? sangat sangat dan sangat menyedihkan!
YouTube di blok gara2 “film fitna” tapi sangat di sayangkan reaksi pemerintah “SANGAT BERLEBIHAN” dan cenderung OVER ACTING! Apa mereka yg duduk di DepKomInfo tidak tau MANFAAT YG JAUH LEBIH BESAR dari situs YouTube? Menterinya aja bekas Rektor, Rektor ITS lagi, apa beliau tidak pernah memiliki ‘utang budi’ pada YouTube? apa beliau tidak pernah lihat video2 tentang ilmu yg bertebaran di YouTube? kalau beliau tidak pernah mampir di YouTube, paling tidak para mahasiswa ITS 90% pernah mampir dan memanfaatkan YouTube sebagai salah satu sumber ilmunya.
Menurut saya pemblokiran beberapa situs akhir2 ini “sangat membabi buta” dan NGAWUR!















Kok sepi comment, tumben nih?
Yaa tinggal menunggu berapa lama Depkominfo bisa memblokir YouTube. Untuk mereka bandwidth-nya cuma 1 GB per bulan, mau YouTube diblokir atau ndak ya ndak ngefek. Tapi kalau RS diblock, jadi repot juga nih.
Mau gimana lagi mas? Mungkin rakyat kecil tidak boleh menjadi orang pandai kali yach, biar yang duduk di kursi panas (baca: kursi MPR/DPR) bisa membodohi kita??
sangat - sangat disayangkan
kenapa sih negeri ini bertambah menyebalkan aja
mau pandai mahal
mau pandai susah
mau pinter di bodohi …..
kapan bisa mengenyam teknologi kalau caranya gini ….
yo iki seng jenenge ‘Pembodohan Bangsa”!!!! mana mo piter…kalo dikit-dikit di blokir!!
Saatnya memasyarakatkan, menyebarkan serta mensosialisasikan penggunaan proxy. Orang kita ngerti juga siapa yang bikin film Fitna buat apa direspon sampai kayak gitu. Yang bikin film ya seneng-seneng aja direspon sampai kayak gini. Coba kalau seluruh dunia responnya biasa-biasa aja nggak usah dianggep serius cuman dilirik trus ditinggal pergi. Yang bikin bisa emosi
Mungkin pemerintah ingin meniru keberhasilan China memaksa Yahoo!. Karena terancam kehilangan revenue dari pengunjung RRC, akhirnya Yahoo! bersedia untuk tidak menampilkan hasil pencarian untuk keyword yang subversif seperti “tiananmen”, “massacre 1989″, dsb.
Youtube pasti juga cuma akan cuek beibeh kalo cuma dihimbau saja. Lain halnya kalau mereka merasa terancam kehilangan revenue dari visitor Indonesia. Kalau sudah bicara duit, pasti Youtube mau mendengar.
Cuma masalahnya, pengguna Yahoo! di RRC jumlahnya sangat besar. Kehilangan mereka berarti kehilangan duit iklan yang besar juga.
Lha pengguna Youtube di Indonesia kan jumlahnya masih sedikit. Jadi sepertinya pemblokiran visitor dari Indonesia ndak akan terlalu ngefek untuk pendapatan iklan Youtube. Tapi mungkin saja aku salah.
sungguh menyebalkan sekali
selamat datang di era
webpak.menkominfo sih katanya karena instruksi presiden SBY
Menjelang pemilu 2009 SBY kan butuh dukungan, mungkin dengan menutup Youtube SBY lebih banyak dukungannya dari masyarakat,dibandingkan tentangan dari pengguna internet.
[...] lain tentang pemblokiran youtube dkk: Tentang Pertemuan di Depkominfo Era Digital ala DepKomInfo XL Block Situs-Situs yang Memuat Film Fitna YouTube episode terakhir Youtube akan di Blokir di [...]
[...] melihat implikasinya terhadap kehidupan masyarakat. Sekali lagi. Jangan sampai malah memundurkan era digital dan kebebasan berbicara & kebebasan informasi. Mengurus hal yang lebih penting seperti spam di [...]
Kalau menurutku sih, positif thingking saja, ambil hikmahnya. Mungkin dengan pemblokiran ini, pemerintah secara tidak langsung menyuruh kita untuk mencari alternatif atau solusi yang baik. Intinya mengajarkan kepada kita untuk lebih mencari tahu, membiasakan diri googling dan mencari tahu penyelesaiannya, tidak hanya ingin enaknya saja.
Rapid diblok, youtube juga ya kita cari cara (googling) bagaimana caranya kita bisa mengakses raphid walau dengan blok pemerintah
kaburrrrrrr………
YouTube akhirnya tak terjangkau spidi saya…
Stanford - Usaha untuk menyensor internet adalah hal yang sia-sia saja. Upaya berbagai negara seperti China untuk mengawasi kebebasan internet pada akhirnya akan menemui kegagalan. Pendapat tersebut dinyatakan pendiri Microsoft, Bill Gates, ketika b…