BBM Naik, Demo Meningkat

May 9, 2008 · Print This Article

tukang kompor: buzz

pengangguran: gak ada kerjaan ya nge buzz mulu :P

tukang kompor: :))

tukang kompor: situ masih nganggur prend?

pengangguran: iya prend, msh tetep kayak dolo lom dapat kerjaan :(

tukang kompor: besok senin ikut aku yuk

pengangguran: kemana?

tukang kompor: ke DPRD

pengangguran: ngapain?

tukang kompor: demo BBM

pengangguran: :((

tukang kompor: situ kan nganggur, perjuangkan hak elo juga kan

tukang kompor: mosok situ mo kayak gini terus

tukang kompor: kerjaan susah, harga melangit, mosok BBM mo di naikan juga!

tukang kompor: inget tuh sodara2 kita yg dah pada tercekik kondisi ini

pengangguran: iya sih ;))

tukang kompor: makane ayo ikut perjuangkan nasib rakyat …

tukang kompor: ikut ya..

tukang kompor: dapat duit 60rb yg datang

tukang kompor: uang makan 50rb, bensin 10 rb :))

pengangguran: wakkss… berarti pada datang karena duitnya dong bro

tukang kompor: nggak juga, ente kok sekarang mlempem sih :P

pengangguran: :((

pengangguran: aku kan dah punya bini prend, kalo masuk polda sapa yg kasih makan?

tukang kompor: halah..

tukang kompor: ingat prend

tukang kompor: negara kita sudah di ambang kehancuran prend,

tukang kompor: sapa lagi kalau bukan kita yg mempertahankan

tukang kompor: pemerintah udah gak peduli lagi ama rakyat miskin kayak elu

pengagguran: :((

pengagguran: kena lagi deh diriku :(

pengagguran: aku emang miskin tapi aku sekarang males turun jalan

pengagguran: dari dolo teriak teriak sama aja hasilnya :(

pengagguran: sekarang lebih realistis dah

pengagguran: menerima kenyataan, hidup miskin tapi damai :D

pengagguran: buktinya sampai sekarang aku masih nganggur :P

tukang kompor: :P

pengagguran: selamat berjuang aja prend, soale aku lihat demo kali ini akan sangat panas

pengagguran: bisa terjadi revolusi :))

tukang kompor: betul sekali!

tukang kompor: akan sangat panas prend..

tukang kompor: rakyat dah muak ama pejabat2 saat ini

tukang kompor: negara kita tambah parah…

tukang kompor: dimana2 terjadi krisis pangan

tukang kompor: minyak tanah aja antri…

pengagguran: capek deh…

pengagguran: ok prend selamat berjuang semoga sukses dan negara kita tambah makmur ;)

tukang kompor: yoiii

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • BlinkList
  • blogmarks
  • connotea
  • del.icio.us
  • digg
  • Fark
  • Furl
  • Netvouz
  • Reddit
  • Simpy
  • Smarking
  • Spurl
  • TailRank
  • Technorati
  • YahooMyWeb

Comments

RSS feed | Trackback URI

16 Comments »

Comment by tukang kompor juga
2008-05-09 12:20:58

pemerintah tambah parahhh

 
Comment by chodirin
2008-05-09 15:07:38

pemerintah emang keterlaluan
tapi kok demo dapat duit 60 rb dari mana?

Comment by yudi
2008-05-10 09:33:02

kan biasa mas,
banyak juga koq pendemo yang cuma pengen cari nasi bungkus he..he..

 
 
Comment by Bali Web Design Subscribed to comments via email
2008-05-09 18:45:31

gak kok.

policy menaikkan BBM sudah bener, memang BBM harusnya ada dikisaran 10rb - 15rb per liter utk premium.

yang salah adalah kemampuan kita untuk beli yg dari dulu gak bisa meningkat. nah, artinya perlu dibackup policy makro dan mikro yang bagus.

 
Comment by bozz
2008-05-09 19:03:19

wah, kalo emang terjadi revolusi bisa runyam juga…tapi kalo itu perlu terjadi ya apa boleh bwat, supaya negara kita bisa dibangun lagi dari awal.

apa ini siklus satu dekade ya, kayak 10 tahun yang lalu bulan mei,waktu pak harto lengser…ya ga tau juga deh…saya sih tetep berharap yang terbaik bwat negara…

supaya jangan banyak pengangguran…he2…apa jgn2 emang seneng jadi pengangguran…ngacir

 
Comment by Tukang Ngomporin
2008-05-10 11:57:19

Tukang kompornya bisa demo masak ng?!

 
2008-05-10 12:12:18

[...] nanti pakar-pakar internet marketing yang akan ikutan kumpul disana.. seperti mas rony, cosa, kangkenyot, [...]

 
Comment by CakWid
2008-05-10 15:30:39

Bisa benerin kompor gas ngga tuh tukang kompor? soalnya mau pakai kompor gas bantuan pemerintah takut meleduk :D

 
Comment by dr801
2008-05-11 14:24:26

Katanya untuk menyelamatkan APBN, karena harga minyak bumi yang naek.

Buat apa APBN diselamatkan, toh yang lebih banyak menikmati APBN ternyata bukan para rakyat kecil, tapi para pejabat.

Bilang aja mau nyelamatin pejabat dari kemiskinan. ck…ck..ck…

PS: salam kenal bro

 
Comment by khafi
2008-05-13 14:25:21

wah… turun jabatan aja tuh presidennya…..

 
Comment by rofiul
2008-05-14 16:13:13

hehehe.. ngomongi BBM ya. kalau saya malah setuju dinaikkan. kenapa? lihat di blog saya saja ya ;)

Salam kenal sesama pengangguran!

 
Comment by Moeghan
2008-05-23 20:04:42

BBM naik tinggi susu tak terbeli
Orang pintar tarik subsidi
Bayi kami kurang gizi ;))

 
Comment by Alimun Bidatisudur (Ali)
2008-06-04 09:33:01

Sudah saatnya, kita berpikir secara integral dan holistik. Perbedaan pendapat akan menunjukkan kualitasnya jika kita mampu berpikir secara menyeluruh dan menyatu.

Perbedaan pendapat yang dilandasi cara berpikir yang setengah2 dan parsial tidak akan banyak memberikan manfaat dan sulit melahirkan solusi yang tepat

Kalo kita membandingkan dengan Venezuela dengan harga BBM murahnya, maka yang terjadi adalah perkembangan pembangunan kita juga akan seperti Venezuela, Mau???

Mengapa???

Lha……, belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM.

Bagaimana untuk memajukan pendidikan yang tertinggal dg Malaysia yang harga BBMnya di atas 10.000 (padahal Malaysia net exporter, Indonesia sudah menjadi net importer). Malaysia mampu meningkatan kualias pendidikannya karena mampu membiayai pendidikan dg jauh lebih baik dan membuat para guru mampu meningkatkan profesionalismenya karena punya biaya yang cukup untuk itu.

Lihatlah indikator kemajuan dari negara2 yang sukses menjadi negara maju, pengelolaan belanja negara yang produktif akan mampu menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pembangunan negara secara signifikan

Jadi sebagai mahasiswa atau rakyat jangat beripikir serakah….
Maunya segalanya dituruti…..
BBM Murah….
Pendidikan murah bahkan gratis….
Rakyat tidak mampu mendapatkan jaminan standar (kesehatan, dll)…..
Bebas penyakit….
Bebas gizi buruk …..
Jalan tidak berlubang……

Trus, pikirlah dg jernih…. Darimana negara mampu membiayai seluruh keinginan itu???. Maka negara perlu uang (pendapatan)

Sehingga APBN harus mencerminkan rencana strategi pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan dan belanja yang produktif

Kalo Anda tidak mengerti makna belanja produktif, jangan banyak berkomentar tentang kenaikan BBM yang akhirnya menyesatkan cara berpikir banyak orang…..

Belanja disebut produktif jika belanja mampu menghasilkan dan meningkatkan manfaat yang berlipat2 dan terukur jelas, sebagaimana yang sudah dicapai oleh negara2 yang terbukti sudah maju

Anda ingin negara kita maju, tapi perilaku APBN kita anda paksa seperti perilaku APBN negara terbelakang, gimana bisa???….

Tidak setuju kenaikan BBM karena memicu inflasi tinggi (akhirnya meyusahkan rakyat) ????
Itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Tetapi apakah permasalahan itu kemudian menyebabkan kita salah memilih kebijakan yang akhirnya bahkan akan menyengsaran rakyat selama berabad2. mengapa???

Lah iya, wong pendidikan ya akan begini2 saja, jaminan pada oang tidak mampu ya sekedarnya, penyakit menjangkit dimana2, kematian ibu melahirkan sangat tinggi, akses kesehatan bagi orang miskin susah didapat, gizi buruk terjadi dimana2, dan lain-lain. Kita ngap bisa berbuat banyak karena nggak punya banyak uang bro….

Inflasi tinggi itu (kalo tidak terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang singkat) maka tidak akan banyak menimbulkan persoalan (tidak terlalu merisaukan). Permasalahan (kerisauan) hanya terjadi di awal saja, asalkan pemerintah juga mampu me-manage inflasi itu dg baik.

Setelah inflasi tinggi, asalkan tidak ada faktor pemicu inflasi yang lainnya termasuk unsur ketidakpastan ekonomi (bisa disebabkan ketidakpastian keamanan, seperti demo yang anarkis), maka inflasi akan teredam dg sendirinya apalagi kalo dikombinasikan dg kebijakan pemerintah untuk meredam inflasi.

Mekanisme pasar juga akan bergerak dg sendirinya mengikuti besaran inflasi.

Pedagang di pasar juga akan menaikkan harga jualnya, sehingga pendapatannya naik….

Gaji pegawai negari sudah sejak dulu di awal pemerintahan ini dinaikkan hingga 100%, misal untuk freshworker dari 750 rb menjadi 1,5 juta…

Memang masih ada permasalahan dg penduduk berpendapatan tetap, tapi itulah masalah yang masih harus kita hadapi….

Tetapi perlu dicatat juga bahwa Perusahaan juga akan menaikkan harga jual produknya sehingga ada konsekuensi nantinya upah buruh juga harus dinaikkan…..

Hal ini membuktikan bahwa pendapatan tetap pun akhirnya akan dapat disesuaikan dan melakukan penyesuaian, tetapi memang lebih butuh waktu….

Intinya adalah untuk setiap kejadian inflasi maka mekanisme pasar akan bergerak dan mampu mengkondisikan perekonomian kembali pada posisi kesetimbangan pada akhirnya….

Yang dirasakan sekarang adalah kesusahan akibat inflasi yang tinggi itu, maka bersabarlah. Rasa sakit Itu adalah konsekuensi dari pilihan terbaik ini untuk menghindarkan kita dari kesengsaraan yang bisa saja berlangsung dan berlanjut selama berabad2 yang akan datang, yang akan kita sesali sebagaimana kita menyesali misalnya mengapa kita tertinggal dari Malaysia sampai saat ini

Jadi jangan sampai Anda semakin menyusahkan rakyat yang sudah susah dengan demo yang anarkis….

Cukup itu dulu dari saya ya……

 
Comment by Alimun Bidatisudur (Ali)
2008-06-04 10:04:16

Sudah saatnya, kita berpikir secara integral dan holistik. Perbedaan pendapat akan menunjukkan kualitasnya jika kita mampu berpikir secara menyeluruh dan menyatu.

Perbedaan pendapat yang dilandasi cara berpikir yang setengah2 dan parsial tidak akan banyak memberikan manfaat dan sulit melahirkan solusi yang tepat

Kalo kita membandingkan dengan Venezuela dengan harga BBM murahnya, maka yang terjadi adalah perkembangan pembangunan kita juga akan seperti Venezuela, Mau???

Mengapa???

Lha……, belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM.

Bagaimana untuk memajukan pendidikan yang tertinggal dg Malaysia yang harga BBMnya di atas 10.000 (padahal Malaysia net exporter, Indonesia sudah menjadi net importer). Malaysia mampu meningkatan kualias pendidikannya karena mampu membiayai pendidikan dg jauh lebih baik dan membuat para guru mampu meningkatkan profesionalismenya karena punya biaya yang cukup untuk itu.

Lihatlah indikator kemajuan dari negara2 yang sukses menjadi negara maju, pengelolaan belanja negara yang produktif akan mampu menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pembangunan negara secara signifikan

Jadi sebagai mahasiswa atau rakyat jangat beripikir serakah….
Maunya segalanya dituruti…..
BBM Murah….
Pendidikan murah bahkan gratis….
Rakyat tidak mampu mendapatkan jaminan standar (kesehatan, dll)…..
Bebas penyakit….
Bebas gizi buruk …..
Jalan tidak berlubang……

Trus, pikirlah dg jernih…. Darimana negara mampu membiayai seluruh keinginan itu???. Maka negara perlu uang (pendapatan)

Sehingga APBN harus mencerminkan rencana strategi pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan dan belanja yang produktif

Kalo Anda tidak mengerti makna belanja produktif, jangan banyak berkomentar tentang kenaikan BBM yang akhirnya menyesatkan cara berpikir banyak orang…..

Belanja disebut produktif jika belanja mampu menghasilkan dan meningkatkan manfaat yang berlipat2 dan terukur jelas, sebagaimana yang sudah dicapai oleh negara2 yang terbukti sudah maju

Anda ingin negara kita maju, tapi perilaku APBN kita anda paksa seperti perilaku APBN negara terbelakang, gimana bisa???….

Tidak setuju kenaikan BBM karena memicu inflasi tinggi (akhirnya meyusahkan rakyat) ????
Itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Tetapi apakah permasalahan itu kemudian menyebabkan kita salah memilih kebijakan yang akhirnya bahkan akan menyengsaran rakyat selama berabad2. mengapa???

Lah iya, wong pendidikan ya akan begini2 saja, jaminan pada oang tidak mampu ya sekedarnya, penyakit menjangkit dimana2, kematian ibu melahirkan sangat tinggi, akses kesehatan bagi orang miskin susah didapat, gizi buruk terjadi dimana2, dan lain-lain. Kita ngap bisa berbuat banyak karena nggak punya banyak uang bro….

Inflasi tinggi itu (kalo tidak terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang singkat) maka tidak akan banyak menimbulkan persoalan (tidak terlalu merisaukan). Permasalahan (kerisauan) hanya terjadi di awal saja, asalkan pemerintah juga mampu me-manage inflasi itu dg baik.

Setelah inflasi tinggi, asalkan tidak ada faktor pemicu inflasi yang lainnya termasuk unsur ketidakpastan ekonomi (bisa disebabkan ketidakpastian keamanan, seperti demo yang anarkis), maka inflasi akan teredam dg sendirinya apalagi kalo dikombinasikan dg kebijakan pemerintah untuk meredam inflasi.

Mekanisme pasar juga akan bergerak dg sendirinya mengikuti besaran inflasi.

Pedagang di pasar juga akan menaikkan harga jualnya, sehingga pendapatannya naik….

Gaji pegawai negari sudah sejak dulu di awal pemerintahan ini dinaikkan hingga 100%, misal untuk freshworker dari 750 rb menjadi 1,5 juta…

Memang masih ada permasalahan dg penduduk berpendapatan tetap, tapi itulah masalah yang masih harus kita hadapi….

Tetapi perlu dicatat juga bahwa Perusahaan juga akan menaikkan harga jual produknya sehingga ada konsekuensi nantinya upah buruh juga harus dinaikkan…..

Hal ini membuktikan bahwa pendapatan tetap pun akhirnya akan dapat disesuaikan dan melakukan penyesuaian, tetapi memang lebih butuh waktu….

Intinya adalah untuk setiap kejadian inflasi maka mekanisme pasar akan bergerak dan mampu mengkondisikan perekonomian kembali pada posisi kesetimbangan pada akhirnya….

Yang dirasakan sekarang adalah kesusahan akibat inflasi yang tinggi itu, maka bersabarlah. Rasa sakit Itu adalah konsekuensi dari pilihan terbaik ini untuk menghindarkan kita dari kesengsaraan yang bisa saja berlangsung dan berlanjut selama berabad2 yang akan datang, yang akan kita sesali sebagaimana kita menyesali misalnya mengapa kita tertinggal dari Malaysia sampai saat ini

Jadi jangan sampai Anda semakin menyusahkan rakyat yang sudah susah dengan demo yang anarkis….

Cukup itu dulu dari saya ya……

Comment by Ronys
2008-06-04 10:14:31

Puanjang banget ;))

pertanyaanya mas, kenapa subsidi yg di kurangi adalah subsidi yg bersentuhan dengan masyarakat kecil?

kenapa bukan subsidi utang luar negeri bagi para konglomerat yg di potong?

kenapa harus subsidi BBM? kenapa harus subsidi pendidikan? yg di kurangi ?

tanya mengapa :((

 
 
Comment by Alimun Bidatisudur
2008-06-10 21:34:25

Nggak ada tu, subsidi untuk utang luar negeri bagi para konglomerat……

Mungkin yang dimaksud pembayaran bunga obligasi oleh pemerintah….

Ini saya nukilkan pendapat yang saya ambil dari:
http://www.ridhocyber.web.id/harga-bbm-naik-antrian-pom-bensin-membludak/#comment-1157

“pemerintah membayar bunga obligasi rekap ketimbang mempertahankan subsidi BBM sebesar Rp 25 triliun merupakan contoh nyata bahwa pemerintah lebih memihak konglomerat ketimbang rakyat miskin. APBN tersandung dan berdarah-darah bukan karena subsidi BBM, tetapi karena bunga obligasi rekap perbankan dan utang yang dibebankan secara tidak adil kepada rakyat”.

Tapi itu pandangan yang salah kaprah dan salah paham, mengapa….

Pada dasarnya pembayaran bunga obligasi menjamin negara yang diwakili pemerintah untuk mendapatkan kepercayaan pasar modal agar negara memiliki akses yang sustainable pada sumber pemodalan dari hutang yang digunakan sebagai leverage perekonomian….

Apakah hutang itu buruk atau sebaliknya mulia?. Tergantung dari cara penggunaan dan pengalokasian hutang….

Dalam teori struktur modal (capital structure), penggunaan struktur modal yang optimal akan mampu memberikan dampak pada manfaat yang optimal dari penggunaan modal (misalnya, hutang) dan tingkat risiko modal yang dapat diminimalisir (misalnya pada hutang, risikonya adalah bunga hutang)…..

Jadi tidak relevan membandingkan besaran bunga obligasi yang dibayar negara dengan subsidi BBM……

Mengapa???. Karena manfaat dari hutang yang diperoleh dari menerbitkan obligasi digunakan sebagai leverage (pengungkit/pendongkrak) perekonomian, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat lebih tinggi dan menyebabkan penyerapan tenaga kerja akan lebih banyak lagi…..

Coba bayangkan kalau pertumbuhan ekomoni rendah, maka anak-anak yang sudah lulus sekolah atau kuliah akan sangat kesusahan mendapatkan akses pekerjaan……………

Anda bisa melihat dengan kasad mata, pertumbuhan ekonomi akan berdampak secara nyata pada penyediaan lapangan kerja……

Sebagaimana bisa kita melihat sebagian lulusan SMA dan perguruan tinggi kita mendapatkan akses pekerjaan selama ini…..

Jadi hutang itu fungsinya sebagai leverage…..

Sebagai konsekuensi dari hutang yang telah memberikan manfaat kepada rakyat dengan menjadi instrumen pendongkrak perekonomian, maka kita harus membayar bunga hutangnya….

Jadi posisi bunga obligasi bukan sebagai bentuk subsidi kepada orang kaya, akan tetapi sebagai biaya (risiko) yang harus dibayar kepada pemilik modal (menurut Nuklea, orang kaya) oleh negara atas manfaat yang telah diperoleh dari hutang yang diberikan oleh pemilik modal tersebut……

Maka, sekali lagi tidak relevan membandingkan besaran bunga obligasi yang dibayar negara dengan subsidi BBM……

 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Subscribe to comments via email
Your Comment (smaller size | larger size)
Komentar MUNGKIN tidak akan langsung di tampilkan karena DIBUTUHKAN persetujuan terlebih dahulu, jadi jangan SUBMIT ULANG komentar.

:gaktau: :tutup: :kesel: :P :) :da: :serem: :jam: :-t :( :(( :metal: :loser: :top: :bukan: :ngacir: :peluk: =(( :kaget: :marah: :capedeh: :lol: =P~ :-? :)) :tidur: ;) [-( :duh: :sip: :pesta: :D ;;) :bunga: :ngopi: :doa: b-( :piss: :no: ;)) ^:)^ :-j :D/ :malu: :cinta: